Yayasan Tulus dan Prodia Menggelar Seminar Mengenai Pengendalian Penyakit Autoimun melalui Gaya Hidup Sehat

- Jurnalis

Sabtu, 14 Oktober 2023 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SILIWANGINEWS.COM — Yayasan Tujuh Langkah Hidup Sehat (Tulus) bekerjasama dengan Prodia menggelar seminar dan talk show yang mengangkat tentang Maintaining a Healthy
Lifestyle for Autoimmune Warriors, Sabtu (14/10/2023) di Prodia Tower, Kramat Raya Jakarta.

Beberapa narasumber dari berbagai praktisi kesehatan hadir dalam kegiatan yang diikuti 50 orang termasuk dari penyintas autoimun.

Seperti diketahui, penyakit autoimun merupakan penyakit yang terjadi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel yang sehat dalam tubuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gangguan autoimun dapat mempengaruhi hampir setiap organ dan sistem tubuh. Berikut ini beberapa jenis gangguan autoimun seperti, Diabetes tipe 1, Artritis Reumatoid (RA), Psoriasis, Multiple sclerosis, Lupus, Penyakit addison, Penyakit graves.

Namun gangguan autoimun dapat di kendalikan melalui Pola Hidup Sehat yang akan memberikan pengaruh yang baik dalam pengendalian penyakit autoimun. Meskipun penyakit ini belum ditemukan obatnya, bukan berarti penyintas autoimun tidak bisa hidup normal. Para penyintas autoimun bisa hidup normal dengan cara menjaga pola hidup sehat.

Founder Yayasan Tulus, Ganis Trisnanisasi menjelaskan, keberadaan Yayasan Tulus saat ini menjadi wadah Orang Dengan Autoimun (ODAI) berjumlah sekitar 1000 orang yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

“Saya sebagai founder dari yayasan Tulus yang mewadahi teman-teman autoimun berharap agar pemerintah sedikit memberikan perhatian kepada penyintas autoimun di Indonesia,” harapnya.

Dokter dokter autoimun di daerah sangat minim karenanya diperlukan pendidikan tambahan untuk dokter-dokter di daerah tentang autoimun ini hingga tidak terjadi kesalahan diagnosa.

Baca Juga :  11 Pati Naik Pangkat, Kasad : Ini Kesempatan Untuk Tingkatkan Kualitas Dan Kapabilitas Diri

“Jadi saya berharap pemerintah melakukan secara masif melaksanakan seminar maupun sertifikasi kepada dokter umum untuk menangani autoimun. Selain itu juga dapat membantu transfer knowledge dari dokter-dokter spesialisasi autoimun kepada dokter-dokter umum di pelosok daerah.

Satu narasumber, Functional Medicine Pratitioner dr Sarah Akbari menjelaskan, gaya hidup merupakan hal penting dalam kehidupan sehari-hari dan akan menjadi kebiasaan yang baik bilamana dapat me-maintenance gaya hidup dengan baik dan ini akan menjadi obat yang baik untuk kesehatan.

“Menjaga pola hidup sehat itu penting. Obat yang baik itu adalah kebiasaan kita, sehingga kalau kita menjalankan itu akan menjadi mudah, tidak pakai mikir, seperti bagaimana kita memilih makanan yang baik dan bagaimana mengunyah makanan yang baik. Jadi bagaimana kita membangun hidup sehat itu tidak susah,” ucapnya di Prodia Tower, Sabtu (14/10/2023).

Diakuinya, kadangkala kebiasaan gaya hidup dalam mengkonsumsi makanan yang sudah dianggap enak dan nyaman padahal makanan tersebut mengandung sumber penurunan daya tahan tubuh atau hal lain yang menyebabkan sakit dimasyarakat kita sudah banyak sekali.

“Nah, pola-pola seperti itu yang kita rubah. Ubah mindset, agar kita bisa balik lagi ke makanan yang sehat untuk di konsumsi,” ujar dokter yang membantu penyembuhan dari segala aspek, yaitu tubuh, pikiran dan jiwa.

Baca Juga :  Tiga Perwira TNI AD Raih Prestasi di US Army Command and General Staff College

Ditempat yang sama, dr Sandra Sinthya, Dokter Spesial Penyakit Dalam mengungkapkan bahwa penyakit autoimun bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal usia.

“Namun dalam hal pengobatan, semuanya itu tergantung dari metode pengobatannya yang sudah terbukti secara ilmiah untuk mencapai kondisi stabil,” ujar dr Sandra yang juga Konsultan Rheumatologi ini kepada wartawan.

Namun pada prinsipnya setiap penyakit itu ada pengobatan, seperti dengan terapi obat merujuk pada pengobatan medikamentosa, yakni pengobatan dengan pemberian obat pada pasien.

“Seperti contoh penyakit radang sendi, ini yang membutuhkan rehabilitasi medik dan sebagai penunjang juga pengobatan melalui akupuntur. Tapi yang terpenting adalah setiap menemukan gejala penyakit jangan sampai terjadi keterlambatan diagnosis, sehingga penyakit akan lebih dan muncul tingkat kesulitan dalam penanganannya,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, drg Susi Ramadhani menambahkan, peran gigi dan mulut dalam kesehatan sangat penting bagi penderita ODAI maupun masyarakat umum.

“Mulut dan gigi menjadi pintu gerbang bagi makanan yang akan masuk dalam tubuh kita. Karenanya, kita harus memilih dan memilah makanan yang baik untuk dikonsumsi. Jadi bagaimana makanan bisa diolah/proses didalam mulut sebelum masuk kedalam organ tubuh kita lain untuk diserap. Apalagi penyintas autoimun, makanan itu trigger (pemicu) gigi dan area mulut yang sangat berperan dalam mengolah makanan yang dibantu enzim agar menjadi optimal masuk kedalam tubuh,” ulasnya.

Berita Terkait

Serbuan TMMD 121 Segera Melanda 50 Kabupaten/Kota
Kasad Filipina : Kami Berharap Dapat Meningkatkan Kerja Sama Dengan TNI AD
11 Pati Naik Pangkat, Kasad : Ini Kesempatan Untuk Tingkatkan Kualitas Dan Kapabilitas Diri
Sejahterakan Anggota, Kasad Ground Breaking Pembangunan Mess Bintara Dan Tamtama Pengemudi
Satgas Pamtas Yonif 726/Tml Patroli Patok Perbatasan RI-PNG, Pastikan Keutuhan Dan Kedaulatan Wilayah Negara
Dukung Konservasi Alam, Kasad Lepas Liarkan Satwa Langka
Komitmen Berantas Judi Online, Korem Lilawangsa Razia HP Ratusan Prajurit TNI
Tiga Perwira TNI AD Raih Prestasi di US Army Command and General Staff College
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 22:55 WIB

Bebas Butuh Huruf, Satgas Mobile Buaya Putih Kostrad Ajari Baca Tulis di Sekolah Darurat

Minggu, 14 Juli 2024 - 22:50 WIB

Sapa Damai Marinir Buat Anak-Anak Tomonsatu Ceria

Minggu, 14 Juli 2024 - 22:45 WIB

ROSITA TNI di Yigi, Tambah Pendapatan Mama Papua

Minggu, 14 Juli 2024 - 09:00 WIB

Papua Pintar Prajurit TNI Disambut Gembira Anak-Anak Kago

Minggu, 14 Juli 2024 - 08:53 WIB

Efektifkan Pelayanan Kesehatan, Satgas Yonif 310/KK Terjun Langsung Ke Masyarakat

Sabtu, 13 Juli 2024 - 10:46 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Resmikan Jembatan Gantung Merah Putih di Dampingi Danrem 071 Wijayakusuma

Sabtu, 13 Juli 2024 - 10:41 WIB

Satgas Yonif 310/KK Terus Galakan Program Keluarga Asuh di Perbatasan

Sabtu, 13 Juli 2024 - 10:32 WIB

Cek Kesiapan Tempur Danlanud Husein Sastranegara Inpeksi Gudang Senjata

Berita Terbaru

Daerah

Sapa Damai Marinir Buat Anak-Anak Tomonsatu Ceria

Minggu, 14 Jul 2024 - 22:50 WIB

Daerah

ROSITA TNI di Yigi, Tambah Pendapatan Mama Papua

Minggu, 14 Jul 2024 - 22:45 WIB

Oplus_0

Daerah

Papua Pintar Prajurit TNI Disambut Gembira Anak-Anak Kago

Minggu, 14 Jul 2024 - 09:00 WIB