Kuasa Hukum Korban Kekerasan Seksual, Meminta Agar Kejari Tangsel Kawal Kasus Hingga Akhir

- Jurnalis

Sabtu, 4 Mei 2024 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGSEL, SILIWANGINEWS.COM – Kedatangan Tim Kuasa Hukum korban kasus pelecehan seksual yang menimpa anak perempuan berusia 3,5 tahun di harapkan menjadi atensi bagi Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Banten.

“Kehadiran kami di Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan hari ini menyampaikan surat pengaduan/permohonan dengan tujuan supaya kasus yang sedang berjalan ini tidak berhenti sampai disini. Ini harus menjadi atensi Kajari Tangerang Selatan,” ujar Marsitta Boru Pangidoan, SH yang didampingi Lumita Sartika Aritonang, S.H da Retno Wahyuningsih, S.H dari Perlindungan, Pemberdayaan, Perempuan dan Anak Indonesia (PERDAYAPUAN INDONESIA) selaku Kuasa Hukum korban, Kamis (2/5/2024).

_Sitta menjelaskan, perlu adanya pengawasan terhadap jaksa yang menangani perkara. Dan ada tindak lanjut atas laporan ini, supaya kedepan jika ada upaya hukum dari terdakwa. Jaksa bisa lebih serius menanganinya, karena keragu-raguan jaksa menuntut membuat kita bertanya-tanya._

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apakah tuntutan ini dilakukan atas persetujuan pimpinan atau karena ada intervensi dari pihak lain. Mengingat keterangan jaksa tidak bersesuaian dengan jadwal persidangan yang di informasikan. Dalam persidangan tersebut, JPU menuntut terdakwa dengan tuntutan 12 tahun subsider 6 bulan, tuntutan ini lebih ringan dibandingkan dengan Ketentuan Pasal 82 UU No.17 Tahun 2016 yang mengisyaratkan tuntutan maksimal 15 tahun penjara,” tandasnya.

Baca Juga :  Penggelapan Kain Celup! Pihak Korban Berharap Putusan Keadilan Yang Seadil - adilnya

Ia menduga jaksa terkesan ingin menghindari atau menutup-nutupi sesuatu dari pihak korban dalam mengikuti jalannya persidangan. Apalagi jaksa terkesan agak kurang peka dalam memberikan perlindungan dan kenyamanan terhadap anak korban selama persidangan berjalan.

_”Karena penanganan perkara anak tidak bisa disamakan dengan penanganan perkara dewasa, dimana penekanan paling penting dalam proses persidangan kasus anak ialah kenyamanan dan anak merasa tidak di intimidasi oleh pihak manapun dalam memberikan keterangan di persidangan (Pasal 19 UU Sistem Peradilan Pidana Anak),” ujarnya._

Ditambahkan, itulah pentingnya mengapa dalam menangani perkara anak korban maupun anak yang berhadapan dengan hukum (abh) seharusnya setiap Hakim, Jaksa dan pengacara yang bersidang harus bersertifikasi dan pernah mengikuti Diklat Sistem Peradilan Pidana Anak.

Baca Juga :  Penjual Narkoba Dan Minuman Keras Kembali Marak Diduga Pemilik Kebal Hukum

“Tujuannya apa, agar kepentingan korban terutama anak korban maupun anak yang berhadapan dengan hukum (abh) dapat diakomodir dengan baik sesuai dengan tujuan UU Sistem Peradilan Pidana Anak itu dibuat yakni *KEPENTINGAN TERBAIK BAGI ANAK*.

Atas kejadian yang dialami dan dirasakan pihak kuasa hukum korban terkait perlakuan jaksa yang menangani kasus ini pihaknya telah melaporkan jaksa tersebut ke Jamwas, Komjak dan Kejari. Tujuannya agar ada pengawasan dan tindak lanjut atas kejadian ini supaya tidak berulang dan tidak tebang pilih dalam memberikan informasi kepada korban.

“Kita tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya nasib korban jika ada kasus seperti ini dan tidak didampingi oleh penasehat hukum,” ungkapnya.

Informasi yang disampaikan kepada wartawan dari Kuasa Hukum korban, Kamis (2/5/2024) ini pihak terdakwa dan atau Kuasa Hukunya sedang menyampaikan pledoi di Pengadilan Negeri Tangerang. (IDR)

Berita Terkait

Terdakwa Miming Theniko, Lepas Dari Segala Tuntutan Hukum
Diduga Ada Permainan, Satres Narkoba Tidak Transparan Usai Penggerebekan Penjual Obat – Obatan Jenis G
Penjual Narkoba Dan Minuman Keras Kembali Marak Diduga Pemilik Kebal Hukum
Penggelapan Kain Celup! Pihak Korban Berharap Putusan Keadilan Yang Seadil – adilnya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 22:55 WIB

Bebas Butuh Huruf, Satgas Mobile Buaya Putih Kostrad Ajari Baca Tulis di Sekolah Darurat

Minggu, 14 Juli 2024 - 22:50 WIB

Sapa Damai Marinir Buat Anak-Anak Tomonsatu Ceria

Minggu, 14 Juli 2024 - 22:45 WIB

ROSITA TNI di Yigi, Tambah Pendapatan Mama Papua

Minggu, 14 Juli 2024 - 09:00 WIB

Papua Pintar Prajurit TNI Disambut Gembira Anak-Anak Kago

Minggu, 14 Juli 2024 - 08:53 WIB

Efektifkan Pelayanan Kesehatan, Satgas Yonif 310/KK Terjun Langsung Ke Masyarakat

Sabtu, 13 Juli 2024 - 10:46 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Resmikan Jembatan Gantung Merah Putih di Dampingi Danrem 071 Wijayakusuma

Sabtu, 13 Juli 2024 - 10:41 WIB

Satgas Yonif 310/KK Terus Galakan Program Keluarga Asuh di Perbatasan

Sabtu, 13 Juli 2024 - 10:32 WIB

Cek Kesiapan Tempur Danlanud Husein Sastranegara Inpeksi Gudang Senjata

Berita Terbaru

Daerah

Sapa Damai Marinir Buat Anak-Anak Tomonsatu Ceria

Minggu, 14 Jul 2024 - 22:50 WIB

Daerah

ROSITA TNI di Yigi, Tambah Pendapatan Mama Papua

Minggu, 14 Jul 2024 - 22:45 WIB

Oplus_0

Daerah

Papua Pintar Prajurit TNI Disambut Gembira Anak-Anak Kago

Minggu, 14 Jul 2024 - 09:00 WIB