Berita POLHUKKAM

Abah Irdas Bersama Masyarakat Gotong Royong Bangun Embung Air Berhasil Cetak Sawah Baru 2 Ha

Abah Irdas Bersama Masyarakat Gotong Royong Bangun Embung Air
Berhasil Cetak Sawah Baru 2 Ha

TASIKMALAYA , SILIWANGINEWS,=== Kampung Legok Awi Desa Cukangjayaguna Kecamatan Sodong Hilir Kabupaten Tasikmalaya, merupakan perkampungan diatas bukit sangat kesulitan untuk mendapatkan Air bersih. Untuk itu Abah Irdas (47 Tahun) berusaha mencari sumber mata Air dan ditemukan diatas bukit yang berada di ketinggian 200 MPDL mata air yang keluar dari akar – akar pohon Kiara besar, hal tersebut diungkapkan Kang Rizal Ketua GENPPARI Kabupaten Tasikmalaya mendampingi Abah Irdas, kepada Siliwanginews, Rabu, (14/10/2020 ).

Untuk memenuhi kebutuhan air Bersih Warga kampong Legokawi, lokasi tersebut perlu segera di lestarikan dan diselamatkan guna dimanfaatkan sebagai sumber Mata Air. Kami bersama warga bahu membahu bergotong royong dengan swadaya murni membangun embung dan Alhamdulilah selesai pada tahun 2019. Dengan hasilnya cukup menggembirakan dapat mengairi sawah kurang lebih 2 hektar dan mencukupi kebutuhan air bersih untuk 40 KK di RT 01 RW 01 Kp Legokawi Desa Cukangjayaguna Kec Sodong Hilir Kab Tasikmalaya, kata Abah Irdas.

Abah Irdas bersama warga setiap hari bergantian terus memelihara dan merawat mata air dan saluran air yang mengalir ke perkampungan Legokawi. Mendengar di Tasikmalaya akan segera dibentuk Kelompok/Paguyuban Masyarakat Sadar Lingkungan (Maydarling).

Kami salah satu pencinta untuk melestarikan budaya lokasl khususnya dalam pemeliharaan Alam dan lingkungan sangat menyambut baik, mudah-mudahan dengan dibentuknya Kelompok Maydarling.

Bukit-bukit yang bulistir yang diakibatkan dengan penebangan kayu tidak diimbangi dengan penanaman kembali, mudah-mudahan dapat segera di hijaukan kembali.

Hal ini sangat penting dan masyarakat harus sadar akan pentingnya keseimbangan ekosistem.

“Stop penebangan kayu besar-besaran, pelihara kayu besar seperti Kiara, Caringin, Picung yang dapat menghasilkan air keluar dari akarnya air seperti halnya yang kami temukan dikampung Legokawi dan kini telah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bahkan telah dapat mencetak sawah baru seluas 2 ha”, kata Abah Irdas.

Lebih lanjut dikatakanya bahwa Kebudayaan yang ada di Desa Cukangjayaguna merupakan modal dasar pembangunan yang melandasi pembangunan yang akan dilaksanakan, warisan budaya yang bernilai luhur merupakan dasar dalam rangka pengembangan pariwisata budaya yang dijiwai oleh mayoritas keluhuran Nilai Agama Islam.

Kami masayarakat terus mendapatkan pembinaan dari pemerintahan desa untuk pengembangan kesenian yang ada, walaupun dengan keterbatasan dana yang dialokasikan, namun semangat para pewaris kebudayaan di Desa Cukangjayaguna.

Beberapa kelompok Kesenian yang ada di Desa Cukangjayaguna yang masih eksis dan terawat walaupaun kondisinya sangat memprihatinkan diantaranya: Calung, Pencak Silat.

Kepariwisataan Desa Cukangjayaguna tidak mempunyai tempat wisata yang bisa diandalkan, namun dengan demikian tidak putus asa kami bersama Pemerintah Desa Cukangjayaguna bersama masyarakatnya, terus menggali potensi dan melestarikan sedang berencana membangunan sarana wisata yang bisa diandalakan di Desa Cukangjayaguna dengan rencana ke depan yaitu pembangunan tempat wisata Curug Luhur, sehingga nantinya anak cucu di Desa Cukangjayaguna akan teringat kembali akan semua hal-hal yang pernah ada pada leluhur di desanya.pungkas Abah Irdas. * Ocid Sutarsa.

Martika Edison, SILIWANGINEWS  ==

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *