Camat Buahdua Di Duga Lakukan Pembiaran Rangkap Jabatan Dan Domisili Bendahara Desa/BPD

oleh

Tono Suhartono   Camat Buahdua Di Duga Lakukan Pembiaran Rangkap Jabatan Dan Domisili Bendahara Desa/BPD

Sumedang, SILIWANGINEWS  ====  – Pernyataan lisan dan tanggapan yang dilontarkan Tono Suhartono SP,MM,MBA Camat Kecamatan Buahdua kabupaten Sumedang,ketika di wawancara Reporter Media3.id/ streaming Live TV Online yang tergabung dalam Center Kodam III Siliwangi,Kamis(30/7-2020) tidak mengarah dan membuat kecewa warga desa Buahdua yang mengharapkan kejelasan,ketegasan dan tindakan profesional selaku pemangku jabatan dalam menyikapi permasalah atas pengaduan warga desa Buahdua yang berharap ada titik terang terkait kerancuan Double jabatan pendamping desa yang menjabat ketua Bumdes dan terjadinya double status tempat tinggal tetap Bendahara Desa Buahdua serta Ketua BPD yang tinggal menetap di luar wilayah desa Buahdua,namun bisa menjadi perangkat Desa Buahdua walau menetap Bertempat tinggal di luar wilayah desa Buahdua,sedangkan menurut warga desa Buahdua mereka bertempat tinggal menetap rumah milik sendiri di luar wilayah desa Buahdua tidak berstatus kontrak/Kost rumah.

Berdasarkan pengaduan warga desa Buahdua kabupaten Sumedang, kepada Reporter Media3.id/ TV live streaming Online,selama ini di duga ada pembiaran dan tidak ada teguran serta pembenahan terkait legalnya struktural Birokrasi pemerintahan desa Buahdua, dari pimpinan wilayah kecamatan Buahdua, mengingat status desa Buahdua bukan berstatus Kelurahan.

Dijelaskan Tono Suhartono ketika di wawancara Reporter Media3.id/TV Online, diruang kerjanya Terkait Ketua BPD berdomisili di luar Daerah,yang jawabannya tidak mengarah dan menjadi komplain warga desa Buahdua,yakni terucapnya,” kalau ketua BPD berdomisili diluar daerah,bisa saja orang manapun dalam pemilihan,asal keterwakilan dari tiap-tiap Dusun,cuman diharapkan kalau sudah jadi pengurus atau menjadi ketua BPD harus pindah domisili ke desa yang bersangkutan.” Katanya. sedangkan saat ini ketua BPD tinggal menetap di luar wilayah desa Buahdua dan terjadinya pembiaran.

Masih menurut Tono, terkait pendamping desa yang rangkap jabatan menjadi ketua Bumdes, disebutkan,” yang penting ada dukungan dari masyarakat dan berdomisili warga setempat, sedangkan untuk manager harus betul-betul mempunyai jiwa wirausaha,jadi kalau seorang Manager tidak mempunyai jiwa wirausaha maka jangan diangkat karena tidak akan baik dan akan Tukcing(dibentuk Cicing).”terangnya.

Sedangkan yang menjadi bahan pertanyaan warga,yakni legalkah pendamping desa double jabatan menjadi ketua Bumdes, dan jawaban Tono Camat Buahdua tidak mengarah kepada isi narasi dari pertanyaan yang di layangkan,seakan tidak mengerti apa yang menjadi isi yang dipertanyakan sehingga timbul kerancuan.

Dimana dijelaskan dan perlu diketahui bahwa tugas dan fungsi pendamping desa yakni melakukan monitoring dan pengawasan secara profesional, baik itu pengelolaan Bumdes yang bersumber dari Dana Desa yang telah di tetapkan Kemendes,untuk menghindari terjadinya penyelewengan Dana Desa(DD) bukannya menjadi kepengurusan Bumdes dan harus menjalankan etika profesi tidak terlibat kontrak kerja dengan institusi lain baik pemerintah maupun swasta yang dapat menyebabkan tidak maksimalnya pekerjaan sebagai pendamping profesional dalam membantu peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Untuk itu pendamping desa tidak boleh double Job jabatan dan harus memilih salah satu jabatan,serta harus tunduk dan patuh kepada etika profesi pendamping desa yang profesional sesuai dengan SOP (Standar Operasional dan Prosedur) karena sudah mempunyai Honor tetap sebagaimana yang telah dimuat ditetapkan Kementerian Desa Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjoyo.

Menyikapi hal tersebut diatas Tono Suhartono selaku camat kecamatan Buahdua diharapkan segera menyelesaikan masalah polemik birokrasi di desa Buahdua,jangan sampai masalah ini,membuat bingung warga desa Buahdua yang ingin melihat Desanya Maju ,Mandiri dan Berdaya Saing bersih dari sarang-sarang Kolusi dan Nepotisme,” ungkap warga desa Buahdua.

( Arbim), Siliwanginews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *