Berita Sosial

Kolonel Inf Asep Rahman Taufik Dansektor 22 Citarum Gelorakan Sosialisasi Selamatkan KBU

Dansektor 22 Kolonel Inf Asep Rahman Taufik melakukan sosialisasi bersama masyarakat Desa Cimenyan untuk tetap menggelorakan kabupaten Bandung, program citarum harum sesuai Perpres no 15 tahun 2018 , untuk menyelamatkan lahan kritis di kawasan Bandung Utara ( KBU)

Cimenyan , Kab. Bandung, SILIWANGINEWS ====   Dansektor 22 Kolonel Inf Asep Rahman Taufik melakukan sosialisasi bersama masyarakat Desa Cimenyan untuk tetap menggelorakan kabupaten Bandung, program citarum harum sesuai Perpres no 15 tahun 2018 , untuk menyelamatkan lahan kritis di kawasan Bandung Utara ( KBU) Kamis ( 9/7/2020).

Sosialisasi di Desa cimenyan tersebut tentu tak lepas dari protolkoler kesehatan  sesuai aturan yang sudah di tetapkan pemerintah , desa cimeunyan merupakan daerah resapan air, namun saat ini banyak lahan gundul dan lahan garapan kebanyakan di tanami sayuran tentu rentan longsor dan banjir.

kecamatan Cimenyan dengan luas 1430 Ha.di luar kawasan yang di miliki masyarakat tentu nya harus punya misi yang sama untuk menghijaukan cimeunyan, satgas citarum Sub 17 sektor 22 tentunya tidak sendiri dalam acara sosialisasi tersebut terlontar dukungan untuk satgas citarum dari Komunitas Saber (Sabilulungan Bersih) ,  Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) , Karang Taruna Kec. Cimenyan serta unsur kewilayan.

Menurut Dansektor 22 ,” kritis nya lahan di KBU karena banyak nya penebangan pohon dan pembangunan rumah – rumah, sehingga kurang nya resapan air , seiring dengan kondisi seperti ini hilangnya ribuan mata air di cekungan Bandung dan lembang, hingga tahun 2019 hanya tersisa 38 mata air saja ,’ Ungkap Dansektor.

” Jadi saya sangat apresisasi sekali dengan masyarakat Cimeunyan yang sudah menyamakan visi tang sama ingin menghijaukan kembali wilayah Cimeunyan ini, silahkan manpaatkan kami punya bibit pohon yang di kembangkan di Resort daho, namun jangan hanya jago menanam saja tapi harus juga jago merawat nya, agar pohon nya bisa tumbuh ,” Kilah nya.

“Mudah mudahan hasil tanam di KBU Cimenyan juga bisa tumbuh subur seperti yang ditanam di Cisurupan, Insha Alloh bakal tumbuh, soalnya saya sudah berkomitmen dengan pemilik dan penggarap di KBU, bahkan pohon yang ditanampun sesuai dengan permintaan mereka, via Sosialisasi yang dilakukan Satgas bersama warga pemilik lahan,” Harap Dansektor.

Yang hadir dalam acara sosialisasi tersebut : Camat Cimenyan (Bpk Ahmad Rizki Nugroho), Kades Cimenyan (Bpk Supratman Taryana) , Danramil 2413 Cileunyi, Kapolsek Cimenyan,  Komunitas FKC (Forum Komunikasi Cimenyan) sebanyak 20 org, Komunitas Saber (Sabilulungan Bersih) sebanyak 15 orang,  Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) sebanyak 12 orang,  Karang Taruna Kec. Cimenyan sebanyak 15 orang,

Sejak tahun 2018, 2019 dan masuk 2020, semua permasalahan Sungai Citarum yang ada di Sektor 22 itu semuanya menjadi priorotas. 7 permasalahan diantaranya kotoran Sapi. Lahan kritis KBU.Sampah Rumah Tangga.Limbah Domestik/BAB Sembarangan (ODF)Limbah Industri,Sadimentasi ,Prilaku Budaya Masyarakat.

Semua jadi prioritas namun saat ini Dansektor 22 Kolonel Asep Rahman Taufik sedang giat – giatnya menanam pohon di lahan kritis KBU, Gerakan penanaman pohon yang sudah 2 Tahun terahir terus dilakukan hingga puluhan ribu pohon yang sudah tertanam di KBU, karena kehawatiran dan keprihatinan nya terhadap lahan  kritis ini.

Menurut Camat Cimeunyan ,” saya sangat mendukung sekali  satgas citarum sektor 22 karena begitu serius nya dalam menjaga dan merawat pepohonan yang di tanam nya, karena tidak sedikit yang datang kesini dari berbagai elemen menyumbang serta menanam pohon namun hanya seremonial saja, datang ,tanam,leos ( menanam dan pergi ) begitu saja tanpa di rawat ya jelas mati ,” Ucap nya.

” Dengan kehadiran nya satgas citarum kami bersama elemen masyarakat organisasi yang ada di cimenyan  sepakat satu visi untuk mendukung program citarum harum, terutama menghijaukan kembali kawasan Cimeunyan ,” Pungkasnya.

(M.Warman ), Martika Edison ,Siliwanginews

#jurnalispedulicitarumharum

#mydarlingmasyarakatsadarlingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *